



Platform Publik Early-Warning, Respons, Evaluasi, Koordinasi, Akselerasi, dan Tindak Lanjut Pembangunan untuk 7 Kabupaten/Kota Wilayah BAKORWIL V Jawa Timur.
Ringkasan status indikator makro strategis berdasarkan target kinerja wilayah.
Tren positif di 7 Kabupaten/Kota
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia
Pendapatan Asli Daerah meningkat
Kualitas kesehatan membaik
Fokus intervensi gizi terpadu
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)
Pengentasan kemiskinan ekstrem
Pengelolaan limbah padat
Memuat Peta Interaktif Leaflet Jawa Timur...
Potensi dan ikon kebanggaan 7 Kabupaten/Kota di wilayah kerja BAKORWIL V Jember.







Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi (PDRB), IPM, Tingkat Pengangguran, dan Kemiskinan antar wilayah koordinasi pada rentang tahun 2024 - 2025 (Komparasi 2024 vs 2025).
Tingkat ketimpangan antar daerah di wilayah kerja BAKORWIL V Jember menunjukkan tren perbaikan berkelanjutan pada periode 2024 - 2025.
| KABUPATEN / KOTA | PERTUMBUHAN (%) 2025 (vs 2024) | IPM 2025 (vs 2024) | TPT (%) 2025 (vs 2024) | KEMISKINAN (%) 2025 (vs 2024) | STATUS KINERJA |
|---|---|---|---|---|---|
| Lumajang | 4.65% +0.13% | 69.45 +0.65 | 3.10% -0.18% | 8.20% -0.45% | PROGRESIF |
| Jember | 4.98% +0.12% | 69.80 +0.65 | 3.05% -0.18% | 8.55% -0.46% | PROGRESIF |
| Banyuwangi | 4.85% +0.17% | 73.85 +0.74 | 3.85% -0.18% | 6.10% -0.44% | PROGRESIF |
| Bondowoso | 4.95% +0.08% | 69.30 +0.65 | 3.45% -0.18% | 11.85% -0.75% | PROGRESIF |
| Situbondo | 4.92% +0.11% | 70.40 +0.65 | 3.00% -0.15% | 10.80% -0.71% | PROGRESIF |
| Kab. Probolinggo | 4.94% +0.12% | 69.05 +0.76 | 2.85% -0.15% | 15.60% -0.85% | PERHATIAN |
| Kota Probolinggo | 5.32% +0.17% | 76.95 +0.68 | 4.10% -0.30% | 5.75% -0.43% | SANGAT BAIK |
Berdasarkan Data Umum Terkini: Tinjauan komprehensif terhadap Indikator utama seperti Sanitasi, Angka Harapan Hidup, Pertumbuhan Ekonomi, Stunting, dan Kemiskinan di 7 Kabupaten/Kota.
Kota Probolinggo & Kab. Bondowoso
Tumbuh di atas rata-rata (5.12% & 4.87%)
Kota Probolinggo & Kab. Banyuwangi
Mencapai angka sangat tinggi (75.4 & 73.11)
Kab. Banyuwangi
UHH mencapai 71.61 Tahun
Kab. Probolinggo & Kab. Bondowoso
Persentase masih di atas dua digit (16.45% & 12.6%)
Kota Probolinggo & Kab. Banyuwangi
TPT relatif lebih tinggi (5.1% & 4.03%)
Wilayah Jember
Sampah terkelola baru mencapai 27.01% (Tahun 2023)
Visualisasi pemetaan kuadran strategis berdasarkan kalkulasi matriks faktor internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) untuk menentukan posisi daya saing kawasan Tapal Kuda Jawa Timur.
Pilih salah satu kasus untuk melihat kalkulasi detail dan proyeksi kuadran.
Daftar rincian faktor internal (Strengths/Weaknesses) dan eksternal (Opportunities/Threats) per studi kasus.
| KUADRAN SWOT | RINCIAN FAKTOR & FOKUS TEMUAN | BOBOT & SKOR | REKOMENDASI KEBIJAKAN (SLR) | TINDAK LANJUT | WILAYAH & INDIKATOR | LAMPIRAN | AKSI |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| KEKUATAN (S) | Potensi Agribisnis & Wisata Potensi perkebunan terpadu (kopi, tembakau, kakao) serta ketersediaan klaster kebun rakyat bersertifikasi Indikasi Geografis (IG). | Bobot: 0.18 Nilai: 0.720 B: 0.18 | S: 4.0 | SLR-01. Formulasi Intervensi: Penguatan rantai hilirisasi ekspor komoditas kopi dan sertifikasi mutu terintegrasi rantai pasok global. | Hilirisasi Ekspor | Banyuwangi, Jember, Bondowoso PDRB Agribisnis, NTP Perkebunan, Ekspor Non-Migas | - | |
| KEKUATAN (S) | Kemitraan Gapoktan & Offtaker Kapasitas kelembagaan gabungan kelompok tani (Gapoktan) telah aktif bermitra dengan offtaker lokal dan eksportir regional. | Bobot: 0.15 Nilai: 0.525 B: 0.15 | S: 3.5 | Fasilitasi kontrak kemitraan jangka panjang dan skema pembiayaan KUR klaster kopi rakyat. | Penguatan Kapasitas Kelembagaan | Jember, Bondowoso NTP Petani & Skala Kemitraan | - |
| KUADRAN SWOT | RINCIAN FAKTOR & FOKUS TEMUAN | BOBOT & SKOR | REKOMENDASI KEBIJAKAN (SLR) | TINDAK LANJUT | WILAYAH & INDIKATOR | LAMPIRAN | AKSI |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| KEKUATAN (S) | SDM & Kapasitas Lembaga Keberadaan perguruan tinggi riset (Universitas Jember, dsb) dan Balai Penelitian Tanaman Kopi dan Kakao (Puslitkoka). | Bobot: 0.12 Nilai: 0.456 B: 0.12 | S: 3.8 | SLR-02. Penguatan Kapasitas: Fasilitasi pusat inkubasi bisnis pemuda dan sinergi link and match perguruan tinggi dengan industri perkebunan lokal. | Pusat Inkubasi | Kabupaten Jember & Sekitar Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Partisipasi Kerja | - | |
| KELEMAHAN (W) | Optimalisasi Aset Daerah Optimalisasi pemanfaatan aset tanah dan bangunan milik pemerintah daerah belum optimal serta sistem inventarisasi belum berbasis GIS. | Bobot: 0.14 Nilai: 0.448 B: 0.14 | S: 3.2 | SLR-03. Legalitas & Komersialisasi: Akselerasi sertifikasi digital, penertiban penguasaan fisik aset dan skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP) pihak swasta. | Sertifikasi & KSP | 7 Kab/Kota Bakorwil V PAD Retribusi & Pengelolaan BMD | - |
| KUADRAN SWOT | RINCIAN FAKTOR & FOKUS TEMUAN | BOBOT & SKOR | REKOMENDASI KEBIJAKAN (SLR) | TINDAK LANJUT | WILAYAH & INDIKATOR | LAMPIRAN | AKSI |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| KELEMAHAN (W) | Konektivitas Wilayah Utara - Selatan Disparitas infrastruktur jalan sirip penghubung antar pantura dan pansela serta jembatan penghubung yang sempit. | Bobot: 0.16 Nilai: 0.480 B: 0.16 | S: 3.0 | SLR-04. Peningkatan Kapasitas Jalan: Pelebaran jalan sirip penghubung provinsi dan rekonstruksi jembatan penghubung koridor industri Lumajang - Probolinggo. | Pelebaran Sirip Jalan | Lumajang, Probolinggo, Situbondo Tingkat Kemantapan Jalan Provinsi | - |
| KUADRAN SWOT | RINCIAN FAKTOR & FOKUS TEMUAN | BOBOT & SKOR | REKOMENDASI KEBIJAKAN (SLR) | TINDAK LANJUT | WILAYAH & INDIKATOR | LAMPIRAN | AKSI |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| KEKUATAN (S) | KEBENCANAAN: Kesiapan Aparatur Tersedianya BPBD terintegrasi, koordinasi TNI/Polri, Manggala Agni, Perhutani, dan Forum Relawan Siaga Bencana Desa. | Bobot: 0.18 Nilai: 0.630 B: 0.18 | S: 3.5 | Tahap sinkronisasi SLR: Integrasi pos komando taktis dan standardisasi SOP tanggap darurat lintas kabupaten. | Siaga Bencana | Seluruh Wilayah Tapal Kuda Indeks Risiko Bencana (IRBI) | - | |
| KELEMAHAN (W) | KEBENCANAAN: Sarpras Pemadaman Kesiapan sarana dan prasarana pemadaman serta distribusi logistik darurat pada medan perbukitan curam masih terbatas. | Bobot: 0.15 Nilai: 0.525 B: 0.15 | S: 3.5 | Pengadaan armada taktis double cabin tangki air mini untuk menjangkau medan terjal perbukitan. | Response Time | Seluruh Wilayah Tapal Kuda Waktu Respon Bencana (Response Time) | - | |
| PELUANG (O) | KEBENCANAAN: Pemanfaatan IoT & AI Hotspot Pemanfaatan teknologi pemantauan hotspot satelit secara real-time, data cuaca presisi BMKG, dan sensor EWS terintegrasi. | Bobot: 0.15 Nilai: 0.525 B: 0.15 | S: 3.5 | Implementasi dashboard early warning hotspot dan sensor getaran seismik berbasis satelit LAPAN-BRIN. | Deteksi Dini | Seluruh Wilayah Tapal Kuda Tingkat Keberhasilan Deteksi Dini | - |
Mekanisme terpadu pemantauan kebijakan, koordinasi lintas sektor, dan evaluasi berkala capaian program BAKORWIL V.
Analisis data tabular & spasial menemukan deviasi target.
Penyusunan naskah usulan kebijakan ke Provinsi/Kabupaten.
Rapat sinkronisasi dengan OPD terkait untuk intervensi.
Pelaksanaan program dan pengukuran capaian akhir.
Review progres preservasi jalan provinsi di wilayah Lumajang-Jember. Capaian fisik 24%.
Monitoring penyaluran PMT di 3 Kabupaten prioritas. Data sedang dikonsolidasikan.
Sinergi program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi pesantren terbukti menurunkan kantong kemiskinan ekstrem di 12 desa percontohan.
Orkestrasi sektoral untuk mendorong akselerasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi inklusif di wilayah Tapal Kuda.
Visi prioritas Gubernur Jawa Timur yang diakselerasi melalui dukungan modul monitoring PEREKAT BAKORWIL V.
Pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial kelompok rentan untuk mewujudkan keadilan sosial.
Perluasan lapangan kerja, penguatan vokasi, dan pemberdayaan wirausaha muda di seluruh wilayah.
Peningkatan konektivitas infrastruktur antarwilayah dan sistem transportasi publik yang terintegrasi.
Siklus pengendalian terpadu 4 tahap: Evaluasi Pra-Program (Ex Ante), Pengendalian Berjalan Real-Time (On-Going Modul 5), Evaluasi Pasca-Program (Ex Post), dan Disposisi Pimpinan (Tindak Lanjut Rekomendasi).
Pemantauan instruksi tindak lanjut pimpinan terhadap rekomendasi strategis ke OPD/Bidang terkait.
“Segera koordinasikan bersama asosiasi eksportir kopi dan perbankan daerah untuk fasilitas sertifikasi IG. Pastikan instrumen pembiayaan KUR klaster kopi dapat diakses petani pada minggu pertama November 2024.”
“Prioritaskan tender DED dan sinkronisasi pembebasan lahan dengan Pemkab Probolinggo agar realisasi fisik Q1 tahun depan tidak terkendala.”
“Tuntaskan regulasi SK Bersama pembentukan inkubator bisnis kopi rakyat dan aktivasi kurikulum pendampingan wirausaha muda.”